Transformasi Posyandu Digital: Strategi Baru Tingkatkan Kesadaran Gizi Balita

Authors

  • Sri Handoko Fakultas Studi Akademik, Universitas Sains dan Teknologi Komputer, Semarang, Indonesia
  • Sri Wahyuning Fakultas Studi Akademik, Universitas Sains dan Teknologi Komputer, Semarang, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.51903/65ztzn93

Keywords:

Posyandu Digital, Kesadaran Gizi, Balita, Edukasi, Partisipasi

Abstract

Penelitian ini berangkat dari keterbatasan layanan posyandu yang masih mengandalkan pencatatan manual, akses informasi gizi yang belum merata, serta partisipasi masyarakat yang belum stabil, sehingga diperlukan pemanfaatan teknologi digital. Tujuannya adalah mengembangkan dan menilai model posyandu digital dalam meningkatkan kesadaran gizi balita. Penelitian menggunakan pendekatan campuran dengan desain one-group pretest–posttest pada 30–50 ibu balita melalui kuesioner, observasi, dan wawancara. Hasil menunjukkan peningkatan pada pengetahuan, sikap, dan perilaku gizi, disertai naiknya kehadiran, akses informasi, dan keterlibatan peserta. Temuan ini menegaskan bahwa penggabungan pencatatan digital dan edukasi gizi mampu memperbaiki layanan sekaligus mendorong perubahan perilaku. Kebaruan penelitian terletak pada model terintegrasi yang disusun sesuai kondisi masyarakat dan dapat digunakan sebagai acuan pengembangan layanan posyandu yang lebih efektif dan berkelanjutan.

 

References

[1] World Health Organization, Global strategy on digital health. 2025.

[2] C. Maher dan B. Singh, “Editorial : Insights in digital health communication : 2023,” no. March, hal. 1–2, 2024.

[3] Kurniawan et al., Digital intervention targeting nutrition and physical activity behaviours among healthy individuals in low ‑ and middle ‑ income countries : a scoping review. BioMed Central, 2025.

[4] J. A. Rodriguez dan C. R. Lyles, “Strengthening digital health equity by balancing techno- optimism and techno-skepticism through implementation science,” hal. 2–4, 2023.

[5] Kissi et al., “Electronic Health Record Impact on Data Quality : An Integrated Review,” vol. 1, no. 2, 2023.

[6] Mancone et al., “Integrating digital and interactive approaches in adolescent health literacy : a comprehensive review,” no. October, 2024.

[7] Mulyani et al., “Digital communication media and maternal health education : Integration of bibliometric analysis , methodological analysis , and meta-synthesis,” no. 9, 2024.

[8] Pratiwi et al., “The potential of interactive multimedia with contextual teaching and learning approaches in mathematics learning : a systematic literature review,” vol. 10, no. 2, hal. 69–77, 2024.

[9] E. Bullock dan C. N. Poth, “Virtual Special Issue on ‘ Complexity in Mixed Methods Research ,’” 2025.

[10] Daniela, “MCDSARE : 2020 International Multidisciplinary Scientific Conference on the Dialogue between Sciences & Arts , Religion & Education DETERMINING THE SAMPLE SIZE IN QUALITATIVE,” hal. 181–187, 2020.

[11] Ng et al., “OPEN A mixed-methods survey and focus group study to understand researcher and clinician preferences for a Journal Transparency Tool,” hal. 1–12, 2024.

[12] Jayaraman & Ghazali, “The Reliability and Validity of an Instrument to Evaluate the Implementation of Professional Learning Communities ( PLC ),” vol. 02, no. 01, hal. 58–68, 2023.

[13] G. S. Yadav, “Cultural Communication and Socialization ADVANCING SOCIAL SCIENCE RESEARCH : A COMPREHENSIVE REVIEW OF SPSS,” vol. 5, no. 2, 2024.

[14] Askari et al., “Ethical guidelines for human research on children and adolescents : A narrative review study,” 2024.

[15] Kusumawardhani & Maheswara, “Optimalisasi Kesehatan Ibu dan Anak melalui Edukasi Gizi Seimbang Berbasis Posyandu dalam Mendukung Kemandirian Ekonomi Keluarga,” vol. 5, no. 2, hal. 128–134, 2025.

[16] Arigo et al., “The recent history and near future of digital health in the field of behavioral medicine : an update on progress from 2019 to 2024,” J. Behav. Med., vol. 48, no. 1, hal. 120–136, 2025.

[17] K. Cordova-pozo, “Letter to Editor Digitalization in Healthcare and Health Data Reporting : Opportunities to Reduce Error and Inequality of Healthcare Delivery,” hal. 4–6, 2025.

[18] Truong et al., “Studies in Continuing Education A work-integrated educational intervention in health and social care – professionals ’ experiences of joint education,” Stud. Contin. Educ., hal. 496–512, 2025.

Downloads

Published

2026-07-14

How to Cite

Transformasi Posyandu Digital: Strategi Baru Tingkatkan Kesadaran Gizi Balita. (2026). Community : Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat, 6(2), 37-44. https://doi.org/10.51903/65ztzn93