Pemberdayaan Masyarakat melalui Program Cek Kesehatan dan Edukasi Pencegahan Diabetes MelitusFirst

Authors

  • Hakim Arham Universitas Negeri Malang

DOI:

https://doi.org/10.51903/1xgt8v41

Keywords:

Diabetes Melitus, Edukasi Kesehatan, Skrining Kesehatan, Pemberdayaan Masyarakat, Deteksi Dini

Abstract

Diabetes melitus merupakan salah satu penyakit tidak menular yang prevalensinya terus meningkat akibat perubahan pola hidup masyarakat serta rendahnya kesadaran melakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat mengenai pencegahan diabetes melitus melalui edukasi kesehatan dan pemeriksaan kesehatan. Kegiatan dilaksanakan di Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat dengan melibatkan 40 peserta usia ≥30 tahun yang terdiri atas kelompok usia produktif dan lansia. Metode yang digunakan meliputi penyuluhan kesehatan, diskusi interaktif, pemeriksaan tekanan darah, indeks massa tubuh, dan pemeriksaan gula darah sewaktu. Evaluasi dilakukan menggunakan pre-test dan post-test serta observasi partisipasi peserta. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan nilai rata-rata pengetahuan peserta dari 56 menjadi 84 setelah edukasi diberikan. Pemeriksaan kesehatan juga menunjukkan sebanyak 12 peserta memiliki faktor risiko diabetes melitus berdasarkan hasil pemeriksaan gula darah sewaktu. Selain itu, 80% peserta menyatakan kesediaan melakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin dan 82% peserta bersedia mengurangi konsumsi gula berlebih. Kegiatan ini menunjukkan bahwa edukasi dan skrining kesehatan berbasis masyarakat efektif meningkatkan pengetahuan, kesadaran, serta deteksi dini faktor risiko diabetes melitus.

References

[1] Suharso, Suyanta, A. Sugiyarto, Y. Yulistianti, and L. Handayani, “Upaya Pencegahan Penyakit tidak Menular Melalui Penyuluhan dan Deteksi Dini,” J. Pengabdi. Masy., vol. 2, no. 6, pp. 530–541, 2025.

[2] Dini Gladis Saputri et al., “Diabetes Melitus sebagai Gangguan Endokrin: Tinjauan Patofisiologi dan Pendekatan Diagnosis,” Jejak Digit. J. Ilm. Multidisiplin, vol. 1, no. 6 SE-Articles, pp. 4382–4387, Nov. 2025, doi: 10.63822/ggpkeg19.

[3] E. Erdaliza, M. Mitra, N. Rany, Y. Harnani, and A. Rienarti Abidin, “Risk Factors Associated With Complications of Type 2 Diabetes Mellitus,” J. Kesehat. komunitas (Journal community Heal., vol. 10, no. 3 SE-Articles, pp. 534–545, Dec. 2024, doi: 10.25311/keskom.Vol10.Iss3.2039.

[4] D. J. Magliano and E. J. Boyko, IDF Diabetes Atlas, 10th edition. Brussels: International Diabetes Federation, 2021. [Online]. Available: https://www-ncbi-nlm-nih-gov.translate.goog/books/NBK581940/?_x_tr_sl=en&_x_tr_tl=id&_x_tr_hl=id&_x_tr_pto=tc

[5] I. Restika BN, S. Suarnianti, and S. Syamsuriah, “Trend Diabetes Melitus Tipe 2 pada Remaja: Literatur Review,” J. Penelit. Sains dan Kesehat. Avicenna, vol. 4, no. 3 SE-Artikel, pp. 249–252, Sep. 2025, doi: 10.69677/avicenna.v4i3.192.

[6] M. A. Montororing, D. Darwis, and I. Dewi, “Hubungan Antara Pola Makan Dengan Peningkatan Kadar Gula Darah Pada Penderita Diabetes Melitus Tipe 2,” JIMPK J. Ilm. Mhs. & Penelit. Keperawatan, vol. 4, no. 4 SE-, pp. 17–23, Aug. 2024, doi: 10.35892/jimpk.v4i4.1499.

[7] M. Nirnasari, M. E. Putri, L. Wati, W. Pujiati, and T. Arianigsih, “Pemeriksaan Gratis dan Penyuluhan Kesehatan untuk Deteksi Dini Hipertensi guna Pencegahan Komplikasi pada Masyarakat Pesisir Malang Rapat Bintan Kepulauan Riau,” Inov. J. Pengabdi. Masy., vol. 2, no. 3 SE-Artikel, pp. 419–424, Nov. 2024, doi: 10.54082/ijpm.608.

[8] J. Jamaluddin, J. A. M. Sangtutu, A. A. Lee, K. Kusuma A, and S. Elfi, “Pemeriksaan Kolesterol, Gula Darah, dan Asam Urat Sebagai Upaya Deteksi Dini Penyakit Tidak Menular,” J. Pengabdi. Masy. Bangsa, vol. 3, no. 8, pp. 4408–4418, Oct. 2025, doi: 10.59837/jpmba.v3i8.3281.

[9] U. Setyoningrum, Liyanovitasari, and A. Neency, “Peningkatan Peranan Kader Kesehatan dalam Pelaksanaan Posyandu Integrasi Layanan Primer (ILP) di Dusun Tegalrejo Desa Lerep Kabupaten Semarang,” Indones. J. COMMUNITY Empower., vol. 7, no. 1 SE-Articles, pp. 121–125, May 2025, doi: 10.35473/ijce.v7i1.4062.

[10] E. S. M. Dame, D. A. A. Medan, S. Samsidar, and Elkadi, “Pemberdayaan Kader Kesehatan dalam Penguatan Program Keluarga Sehat untuk Mendukung Pengendalian Tuberkulosis Paru,” J. Masy. Madani Indones., vol. 5, no. 2, pp. 1340–1350, Apr. 2026, doi: 10.59025/647ct365.

[11] P. Simamora, “Implementasi Edukasi Interaktif sebagai Strategi Peningkatan Pengetahuan Pencegahan Diabetes Melitus pada Masyarakat Desa Huta Tonga,” J. Community Heal. Dev., vol. 1, no. 1, Nov. 2025, [Online]. Available: https://ejournal.stikesnamira.ac.id/index.php/jchd/article/view/47

[12] D. Tamalsir, F. V. I. De Lima, B. A. Triasta, J. W. S. Wakanno, and S. M. Makupiola, “Peningkatan Kesadaran Masyarakat Terhadap Risiko Hiperglikemia Melalui Edukasi dan Skrining Gula Darah di Negeri Rutong,” J. Pengabdi. Masy., vol. 5, no. 3, pp. 225–230, 2025, doi: 10.59818/jpm.v5i3.1550.

[13] A. Bayu, D. P. Violita, S. Yoga, O. H. P. Olifvia, and D. Muthia, “Edukasi dan Skrining (EKSIS) Penyakit Tidak Menular: Pemeriksaan Hipertensi, Gula Darah, Kolesterol, Asam Urat di Kecamatan Marpoyan Damai Pekanbaru,” J. Pengabdi. Meambo, vol. 4, no. 2, pp. 308–314, 2025, doi: 10.56742/jpm.v4i2.161.

[14] A. Wisni et al., “Skrining Kesehatan Dasar dan Edukasi Berbasis Komunitas,” BEMAS J. Bermasyarakat, vol. 6, no. 2, pp. 313–324, 2025, doi: 10.37373/bemas.v6i2.1826.

[15] S. Syamsuriah, I. F. Ismi, and A. Sakinah, “Perilaku Pencegahan dan Pengendalian Hipertensi Melalui Intervesi Berbasis Komunitas sebagai Strategi: Literatur Review,” Nusant. Hasana J., vol. 5, no. 6, pp. 205–218, Nov. 2025, doi: 10.59003/nhj.v5i6.1739.

Downloads

Published

2026-07-14

How to Cite

Pemberdayaan Masyarakat melalui Program Cek Kesehatan dan Edukasi Pencegahan Diabetes MelitusFirst. (2026). Community : Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat, 6(2), 71-79. https://doi.org/10.51903/1xgt8v41