Model Pembinaan Karakter Iman Kristen Mahasiswa Penerima Beasiswa di Universitas Stekom

Authors

  • Hakim Arham Universitas Negeri Malang, Jawa Timur, Indonesia
  • Wati Istiana Universitas Negeri Malang, Jawa Timur, Indonesia
  • Audia Fika Christiana Universitas Sains dan Teknologi Komputer, Semarang, Jawa Tengah, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.51903/y7tg5g85

Keywords:

Pembinaan karakter iman, Mahasiswa penerima beasiswa , Universitas Stekom, Kegiatan rohani, Kolaborasi gereja lokal

Abstract

Pembinaan karakter iman Kristen bagi mahasiswa penerima beasiswa merupakan upaya penting dalam membentuk pribadi yang tidak hanya unggul secara akademik tetapi juga matang secara spiritual dan etis. Kegiatan ini dilakukan di Universitas Stekom Ungaran sebagai respons terhadap kebutuhan mahasiswa yang berada pada fase pencarian identitas dan nilai hidup di era modern. Metode yang digunakan adalah pendekatan deskriptif kualitatif dengan dukungan data kuantitatif sederhana melalui observasi, wawancara, dokumentasi, dan pencatatan kehadiran. Kegiatan pembinaan dilakukan secara terstruktur, mencakup jadwal pembinaan harian per angkatan, pembacaan Alkitab yang direkap bulanan, kegiatan bagi nikmat gabungan, pertemuan doa bersama melalui Zoom, serta sidang pemecahan roti mingguan bersama jemaat gereja lokal. Hasil menunjukkan tingkat partisipasi mahasiswa rata-rata mencapai 85%, dengan dampak positif berupa peningkatan disiplin rohani, keterlibatan sosial, dan rasa kebersamaan lintas angkatan. Kesimpulannya, model pembinaan ini efektif dalam membangun karakter iman mahasiswa dan dapat dijadikan rujukan untuk pengembangan program serupa di perguruan tinggi lain dengan memperkuat mentoring dan pemanfaatan teknologi digital.

References

[1] D. A. Martendi and S. Widiansyah, “Kepo Sebagai Refleksi Budaya Kolektivisme dalam Era Modernitas Cair pada Mahasiswa Pendidikan Sosiologi Untirta,” Invent. J. Res. Educ. Stud., vol. 6, no. 3, pp. 600–612, 2025, doi: 10.51178/invention.v6i2.2664.

[2] G. Widhiati and T. Christina, Pembinaan Iman dan Karakter Kristiani. Yayasan Prima Agus Teknik Bekerja sama dengan Universitas Sains & Teknologi Komputer (Universitas Stekom), 2024. [Online]. Available: https://penerbit.stekom.ac.id/index.php/yayasanpat/article/view/498

[3] H. Febri, “Membangun Kemandirian Akademik Mahasiswa Kristen di Era AI: Strategi Pendidikan Kristen untuk Mengatasi Tantangan Kecanduan Teknologi,” Vox Divina, vol. 3, no. 1, pp. 29–50, 2025, doi: 10.36040/jati.v9i1.12205.

[4] Mohammad Rudiyanto and Ria Kasanova, “Pembentukan Karakter Mahasiswa Indonesia melalui Pendidikan Karakter,” Student Sci. Creat. J., vol. 1, no. 1, pp. 233–247, 2023, doi: 10.55606/sscj-amik.v1i1.1119.

[5] H. H. Hamadi, “Internalisasi Empat Nilai Dasar Kristiani dalam Pembinaan Moralitas dan Spiritualitas Mahasiswa Kristen,” J. Voice, vol. 5, no. 1, pp. 1–23, 2025, doi: 10.54636/3xfnw425.

[6] M. A. Al Fikri, “Pembentukan Karakter Mahasiswa melalui Pendidikan Kewarganegaraan,” Equiv. J. Ilm. Sos. Tek., vol. 4, no. 2, pp. 150–162, 2022, doi: 10.59261/jequi.v4i2.97.

[7] A. Dalle and Tobroni, “Dimensi-Dimensi dalam Beragama: Spiritual, Intelektual, Emosi, Etika, dan Sosial,” Ikhlas J. Ilm. Pendidik. Islam, vol. 2, no. 1, pp. 151–165, 2025, doi: 10.61132/ikhlas.v2i1.302.

[8] Mutamakin, “Reorientasi Pendidikan Moral Islam dalam Pembinaan Karakter Siswa,” PIWULANG J. Pendidik. Agama Islam., vol. 7, no. 1, pp. 137–159, 2024, doi: 10.32478/p1680x26.

[9] Fani Masruroh and Hielmi Anjaini Rahma, “Kualitas Religius dan Kesehatan Psikologis pada Lansia yang Mengikuti Kajian Rohani,” Assert. Islam. Couns. J., vol. 2, no. 2, pp. 1–18, 2023, doi: 10.24090/j.assertive.v2i2.9977.

[10] F. Rudy, M. Ratte, Lusiana, F. Ando, and I. Rorong, “Pendidikan Agama Kristen Sebagai Sarana Transformasi Sosial di Masyarakat Multikultural,” Humanit. J. Hum. Sos. dan Bisnis, vol. 3, no. 2, pp. 458–464, 2025, [Online]. Available: https://humanisa.my.id/index.php/hms/article/view/522

[11] E. Setiawan, L. Nabila Wijiati, and S. Ana, “Perilaku Mahasiswa dalam Pembelajaran Melalui Media Zoom Meeting,” in Prosiding Seminar Nasional, 2023, p. 220. doi: 10.32478/sniis.v2i1.851.

[12] F. A. Ihsan, I. Ayyoby, D. Kurniawan, Juliani, and Heriyanto, “Menggali Potensi Generasi Z Mahasiswa Pendidikan Agama Islam Institut Syekh Abdul Halim Hasan Binjai : Strategi Pendidikan yang Efektif,” Mesada J. Innov. Res., vol. 2, no. 1, pp. 686–696, 2025, doi: 10.61253/55jpqw04.

[13] Y. Saputra, S. Akbar, A. Fawait, H. Sibyan, and M. Asnawi, “Diseminasi Pembelajaran Daring Kolaboratif,” J. Pengabdi. Masy. Nusant., vol. 3, no. 2, pp. 25–36, 2025, doi: 10.63183/591632.

[14] O. S. Lumban Tobing, “Pembentukan Hidup Rohani Mahasiswa/I Sekolah Tinggi Agama Katolik Negeri Pontianak,” Verit. Lux J. Ilmu Kateketik Pastor. Teol. Pendidikan, Antropol. dan Budaya, vol. 4, no. 2, pp. 81–99, 2021, doi: 10.63037/ivl.v4i2.52.

[15] M. A. Zamroni, M. A. Fatikh, M. Sholihah, N. Azizah, and R. Kusrini, “Membangun Karakter Islami Melalui Pendidikan Berbasis Iman: Perspektif Teologis,” J. Islam. Values Civiliz., vol. 2, no. 1, pp. 64–79, 2025, doi: 10.59373/adiluhung.v2i1.116.

[16] A. K. Pakpahan, “Penyuluhan Tentang Batasan Kewenangan Mahasiswa dalam Melaksanakan Tugas di POSBAKUM,” Community J. Pengabdi. Pada Masy., vol. 5, no. 1, pp. 36–41, May 2025, doi: 10.51903/gemfta43.

[17] A. Wirastania, E. F. Mufidah, D. A. M. Farid, and J. Hartanti, “Pelatihan Asertif Training untuk Mencegah Toxic Relationship pada Remaja,” Community J. Pengabdi. Pada Masy., vol. 4, no. 2, pp. 65–69, Jul. 2024, doi: 10.51903/community.v4i2.511.

[18] N. Rasjid, A. Heri, and A. Irianti, “Pelatihan E-Counseling Sebagai Alat Ungkap Masalah Siswa,” Community J. Pengabdi. Pada Masy., vol. 1, no. 3, pp. 40–45, Nov. 2021, doi: 10.51903/community.v1i3.183.

Published

2025-07-22

How to Cite

Model Pembinaan Karakter Iman Kristen Mahasiswa Penerima Beasiswa di Universitas Stekom. (2025). Community : Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat, 5(2), 118-128. https://doi.org/10.51903/y7tg5g85